Showing posts with label pklh kelas v. Show all posts
Showing posts with label pklh kelas v. Show all posts

Wednesday, July 24, 2019

Potensi Perekonomian Kota Balikpapan

   Kondisi geografis wilayah mengakibatkan perbedaan sumber daya alam yang dimiliki sehingga berdampak pada perbedaan komoditas unggulan yang diusahakan di setiap wilayah. Oleh karena itu, Kota Balikpapan memiliki komoditas unggulan yang dihasilkan oleh setiap wilayah, baik dari sektor pertanian maupun dari sektor industri yang memanfaatkan bahan baku hasil pertanian.

   Komoditas-komoditas khas yang menjadi unggulan di Kota Balikpapan dari sektor pertanian, yaitu pepaya, karet, salak, nanas, dan singkong. Sementara itu, dari sektor industri, yaitu kerajinan manik-manik dan batu permata. Selain sektor pertanian dan industri, sektor yang lain di antaranya perikanan, industri, dan pariwisata.

1. Perikanan
Kota Balikpapan yang memiliki potensi perikanan dan kelautan yang cukup besar dapat memainkan peran strategis dalam menopang dan membangun pondasi ekonomi kota yang kuat. Arti dan peran strategis penting sektor perikanan dan kelautan dalam pembangunan di antaranya:

a. Sektor perikanan dan kelautan merupakan sumber daya yang selalu dibarui (renewable resources) sehingga bertahan dalam jangka panjang asal diikuti dengan pengelolaan yang aktif.

b. Investasi di sektor perikanan dan kelautan memiliki efisiensi dan daya serap tenaga kerja relatif tinggi.

c. Produk perikanan dan kelautan memiliki prospek pasar yang baik dan terus meningkat.

d. Industri di sektor perikanan dan kelautan memiliki keterkaitan yang kuat dengan industri-industri yang lain.

e. Sumber daya laut yang besar, baik kuantitas maupun diversitas, di perairan Kota Balikpapan.

f. Produk ekspor perikanan dan kelautan memiliki daya saing yang tinggi sebagaimana dicerminkan dari bahan baku yang dimilikinya serta produksi yang dihasilkannya.

Wilayah perairan yang memiliki potensi untuk pengembangan budi daya perikanan adalah perairan Kariangau sampai Manggar, Teritip, dan Lamaru. Budi daya ikan selama ini dilakukan dalam tambak dan karamba jaring apung. DI SISI lain pada kawasan pesisir dan lautan Kota Balikpapan sangat potensial untuk dikembangkan budi daya ikan yang mempunyai nilai ekonomis penting, yaitu udang, bandeng, ikan kerapu (kerapu tikus, kerapu macan, kerapu sunuk, dan kerapu lumpur), rumput laut, dan jenis kerang-kerangan.

2. Industri
Posisi strategis Kota Balikpapan menjadikan visi pembangunan kota ke depan sebagai sentra jasa, perdagangan, dan industri. Oleh karena itu, kota ini perlu ditunjang dengan keberadaan sarana dan prasarana yang memadai serta terciptanya kondisi dan situasi yang kondusif untuk memacu pertumbuhan dunia usaha kecil.

Pengembangan kota diarahkan kepada sektor-sektor ekonomi yang potensial termasuk industri kecil/rumah tangga yang pada saat ini tersebar di beberapa wilayah Kota Balikpapan. Pengembangan industri kecil/rumah tangga pada saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia, merupakan refleksi dari pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Namun demikian, keberadaannya di pusat perkotaan akan menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan hidup akibat pengolahan hasil produksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan menyusun rencana Relokasi Industri kecil/rumah tangga dengan melakukan pembangunan berbagai fasilitas Kawasan Industri Kecil Somber (KIKS). Tahap berikutnya, pemerintah melaksanakan pengadaan rumah produksi dan rumah tinggal sebanyak 50 unit.

Kemudian sejak tahun 2000 dilakukan lagi pembangunan sarana/prasarana yang pada tahap awal Perumnas ditunjuk untuk melaksanakan pengadaan rumah produksi dan rumah tinggal yang telah selesai sebanyak 50 unit. Proyek Relokasi Industri ini berlaku di Somber Km 3,5 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kota Balikpapan Utara dengan luas lahan 9 ha yang mempunyai daya tampung 150 - 200 pengusaha industri kecil. Lokasi proyek telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Kota Balikpapan tahun 1994-2004 (pada saat lokasi KIKS ditetapkan).

3. Pariwisata
Kota Balikpapan memiliki potensi pariwisata yang indah untuk dikunjungi. Berdasarkan kenampakan alam di Kota Balikpapan, banyak tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi wisatawan asing maupun domestik. Di pusat kota Balikpapan terdapat Taman Bekapai, Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Tugu Australia, dan Hutan Mangrove Balikpapan. Di daerah pesisir pantai terdapat Pantai Melawai, Pantai Segarasari Manggar dan Pantai Lamaru. Di pinggir Kota Balikpapan terdapat Wana Wisata Balikpapan, Kebun Raya Balikpapan, Wisata Alam Hutan Lindung Sungai Wain, dan Wisata Alam Hutan Bakau Margo Mulyo.

Kenampakan alam (bentang alam) merupakan segala sesuatu yang ada di alam dan terbentuk oleh peristiwa alam. Kenampakan alam yang dapat kita lihat adalah yang ada di permukaan bumi. Bentuk permukaan bumi ada dua, yaitu wilayah daratan dan wilayah perairan. Kota Balikpapan yang berada di pesisir pantai memiliki wilayah daratan dan perairan yang sangat potensial. Daratan Kota Balikpapan yang berupa perbukitan merupakan dataran rendah yang sangat potensial dikembangkan menjadi sebuah kawasan yang menarik. Sungai dan waduk menjadi dua wilayah daratan yang ada di Kota Balikpapan yang dikembangkan menjadi tempat-tempat yang nyaman dan mendukung aktivitas industri di Kota Balikpapan.

Kota Balikpapan dikembangkan dan dipersiapkan menjadi kota jasa. Kota Salikpapan menjadi sangat strategis karena memiliki pantai dan laut yang masuk le dalam jalur perdagangan internasional. Pantai di Kota Balikpapan dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan industri perminyakan yang dikelola oleh Pertamina, Selain itu, potensi pariwisata dan pertanian di Kota Balikpapan juga dikembangkan dengan tetap mendukung adanya pelestarian lingkungan.














Tuesday, July 23, 2019

Pengaruh Kenampakan Alam Terhadap Kondisi Sosial Budaya Masyarakat

    Keadaan alam di suatu daerah dapat memengaruhi kehidupan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Masyarakat tradisional di daerah masih bergantung pada alam, terutama di daerah terpencil seperti pedalaman Kalimantan, Sumatra, dan Papua. Semakin terpencil dan jauh dari perkotaan, semakin kuat pengaruh alam terhadap kehidupan masyarakat. Kepercayaan terhadap roh-roh nenek moyang ataupun bendabenda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib masih sangat melekat.

    Masyarakat yang tinggal di daerah pantai sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Berbeda dengan kehidupan di daerah, kehidupan masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih beragam. Masyarakat yang tinggal di perkotaan tidak terlalu mengandalkan alam, tetapi lebih mengandalkan pada keterampilan sebagai wiraswasta dan pegawai negeri. Kenampakan alam juga berpengaruh terhadap bentuk sosial budaya yang lain, di antaranya adat istiadat, bahasa, pakaian daerah, dan kesenian daerah.

1. Adat Istiadat
Adat istiadat merupakan tradisi atau kebiasaan yang dilakukan masyarakat secara turun-temurun. Adat istiadat sangat dipengaruhi oleh keadaan alam tempat manusia tinggal. Masyarakat di pedesaan masih memegang erat adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan masyarakat di kota, hubungan antar warga sangat renggang, bahkan dengan tetangga kadang tidak saling mengenal.

2. Bahasa
Adanya bentang alam akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan. Salah satunya perbedaan suku di Indonesia sehingga berakibat pula dengan adanya perbedaan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi. Namun, sukusuku tersebut dapat dipersatukan dengan adanya bahasa nasional, yaitu Bahasa Indonesia.

3. Pakaian Daerah
Manusia banyak memanfaatkan tumbuhan dan hewan di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sandangnya, seperti bulu domba, bulu burung, kulit buaya, kulit pohon, dan dedaunan. Pada zaman dahulu manusia langsung menggunakan bahan tersebut untuk menutupi tubuhnya. Seiring dengan perkembangan pengetahuan, manusia mengolah terlebih dahulu bahan-bahan alam tersebut menjadi kain, kemudian Pakaian daerah menggambarkan keanekaragaman budaya Indonesia. Pakaian daerah dapat disebut sebagai pakaian adat. Pakaian adat setiap provinsi berbedabeda. Selain itu, pakaian adat setiap provinsi memiliki keunikan dan kekhasan. Pakaian adat umumnya digunakan pada upacara adat.

4. Kesenian Daerah
Kesenian merupakan segala sesuatu yang indah seperti tarian, lagu, lukisan, ataupun tulisan. Segala bentuk kesenian tersebut tak lepas dari pengaruh kondisi alam yang ada di sekitar manusia. Kesenian merupakan hasil pengolahan akal pikiran, perasaan yang digabungkan dengan apa yang dilihat manusia di alam dan bentuk rasa takjub manusia pada keindahan alam ciptaan Tuhan. Bentuk-bentuk kesenian daerah di Indonesia cukup beragam. Setiap provinsi memiliki keunikan ragam kesenian dan kekhasannya masing-masing.

Bentuk-bentuk kesenian daerah di Indonesia cukup beragam. Setiap provinsi memiliki keunikan ragam kesenian dan kekhasannya masing-masing.