Showing posts with label kelas 7 semester ganjil 7. Show all posts
Showing posts with label kelas 7 semester ganjil 7. Show all posts

Sunday, April 12, 2020

RANGKUMAN LAPISAN BUMI

B. Litosfer dan Hidrosfer
1. Struktur Bumi
Bumi merupakan salah satu dari planet yang berada di dalam satuan tata surya yang terus berevolusi mengelilingi matahari. Dengan memiliki bentuk yang oval layaknya bola yang ditekan pada bagain atas dan bagian bawah (Kutub). Sehingga, terbentuk tonjolan pada bagian terluar pada bumi yang kita sebut dengan garis khatulistiwa.

Disamping itu, bumi merupakan jajaran palet dalam atau yang biasa disebut dengan planet terestial. Dimana, palanet dalam ini merupakan palet yang memiliki jarak yang paling dekat dengan matahari setelah planet merkurius dan venus.

a. Lapisan Inti Bumi
Inti bumi merupakan lapisan bumi paling dalam. Sebagian besar inti bumi tersusun dari besi (90%) dan nikel 8%. Inti bumi dibagi menjadi dua sublapisan. Inti bumi dibagi menjadi dua sublapisan, yaitu inti luar dan inti dalam.

1). Inti Bumi Bagian Luar (outer core)
Inti bumi atau core merupakan bagian terdalam dari struktur lapisan bumi ke bawah. Dengan ketebalan lapisan inti bumi bagian luar ini setebal 2.000 km serta memiliki kepadatan yang sangat padat. Walaupun terdiri dari bahan besi dan nikel yang sangat panas dan cair. Disamping itu, pada struktur lapisan bumi di lapisan luar inti bumi ini memiliki suhu mencapai 2.000 ºC. Pada lapisan ini pula disebut olehpara peneliti sebagai pengarah kompas magnetik yang disebabkan ketika bumi melakukan rotasi yang menghasilkan magnet bumi.

2). Inti Bumi Bagian Dalam (inner core)
Pada lapisan inti bumi bagian dalam merupakan pusat terdalam dari inti bumi dengan kedalaman mencapai 5200 km dari kerak bumi. Dengan diameter inti dalam bumi yang seperti bola mencapai 2.700 km serta mempunyai suhu mencapai 4.500 ºC bahkan dapat melebih hal tersebut.Para peneliti dan ahli geofisika berpendpat, bahwasanya inti bumi pada struktur lapisan bumi ini memiliki material yang serupa dengan meteorit logam yang tersusun atas besi dan nikel.
Sehingga, para peneliti mengambil hipotesis bahwasanya inti bumi tersusun atas material yang bersifat pejal atau keras dan ditutupi oleh struktur cairan kental dengan suhu yang sangat tinggi.

b. Mantel atau Selimut
Lapisan mantel terletak di bawah lapisan kerak bumi. Sesuai dengan namanya, lapisan ini berfungsi untuk melindungi bagian dalam bumi. lapisan mantel tebalnya mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat yang mengandung silikat dan magnesium. Suhu di bagian bawah mantel mencapai 3.000 °C, tetapi tekanannya belum mempengaruhi kepadatan batuan


1. Litosfer
Litosfer merupakan lapisan terluar dari mantel bumi dan tersusun atas materi-materi padat, terutama batuan. Lapisan litosfer tebalnya mencapai 100 km. Bersama-sama dengan kerak bumi, kedua lapisan ini disebut lempeng litosfer. Litosfer tersusun atas dua lapisan utama, yaitu lapisan sial dan lapisan sima.

• Lapisan sial adalah lapisan litosfer yang tersusun atas logam silium dan alumunium. Senyawa dari kedua logam tersebut adalah SiO2dan Al2O. Batuan yang terdapat dalam lapisan sial antara lain: Granit, Andesit, dan batuan metamorf.
• Lapisan sima adalah lapisan litosfer yang tersusun atas logam silium dan magnesium. Senyawa dari kedua logam tersebut adalah SiO2 dan MgO.  Berat jenis lapisan sima lebih besar daripada lapisan sial. Hal itu karena lapisan sima mengandung besi dan magnesium.

2.  Astenosfer
Astenosfer merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan litosfer. Lapisan ini tebalnya 100-400 km. Lapisan ini diduga sebagai tempat formasi magma (magma induk). Tingginya suhu di lapisan ini (mencapai antara 1.400oC sampai 3.000oC) menyebabkan semua materi dalam keadaan cair atau semicair.

3. Mesosfer
Mesosfer merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan astenosfer. Lapisan ini tebalnya 2.400 sampai 2.700 km. Mesosfer tersusun dari campuran batuan basa dan besi. Secara fisik, material mesosfer bersifat padat. Gambar di bawah ini dapat menjelaskan tentang karakteristik lapisan mantel.

c. Kerak Bumi

Kerak Bumi merupakan lapisan Bumi yang paling luar. Kerak Bumi adalah tempat makhluk hidup tinggal. Di kerak Bumi inillah kita dapat menjumpai batuan beku, batuan sedimen dan juga batuan metamorf.  Lapisan kerak Bumi ini mempunyai ketebalan 32 km. dan bagian dari kerak Bumi yang paling tebal adalah di bawah benua yakni mencapai 65 km. dan bagian tertipis adalah di Samudra) dimana ketebalan kerak Bumi hanya sekitar 8 km.

Kerak Bumi ini merupakan bagian Bumi yang paling aktif bergerak. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan daratan (baca: ekosistem daratan) dari zaman dahulu hingga sekarang, dimana dahulu semua daratan menyatu dan sekarang pun tidak. Bahkan saking aktifnya pergerakan kerak Bumi, maka lempeng- lempeng yang bergerak sepanjang 10 cm per tahun ini mampu membuat tanah bergetar dan gunung- gunung berapi meletus. Bahkan dalam jangka waktu tertentu, hingga membentuk barisan pegunungan yang sangat besar atau raksasa.

 1. Lapisan Granitis/ Kerak Benua / Continental Crust
Lapisan granitis merupakan lapisan paling luar dari kerak bumi. Nama yang diberikan menunjukkan bahwa susunan materi yang menyusunnya didominasi oleh batuan grenit. Lapisan ini menempati lapisan paling atas dengan ketebalan sekitar 10-15 km, dengan kecepatan gelombang primer mencapai 6,5 km/ detik. Akan tetapi, lapisan ini tidak ditemukan disemua tempat dan pada umumnya hanya didasar laut yang tidak dijumpai lapisan granitis ini. Lapisan ini bersifat asam karena memiliki kandungan Silisium (Si) dan Alumunium (Al).

2. Lapisan Basaltis/ kerak samudra / Ocean Crust
Lapisan basalitis merupakan lapisan yang lebih dalam setelah lapisan granitis. Nama yang diberikan menunjukkan bahwa susunan materi kebanyakan tersusun dari materi basalt yang bersifat basa dengan densitas yang lebih besar. Letaknya di bawah lapisan granitis dengan kedalaman sekitar 30-50 km. kecepatan gelombang primer berkisar antara 6,5 km/ detik dibagian atas, sedangkan dibagian bawah mencapai 8 km/detik. Pada lapisan ini dicirikan warna yang lebih gelap dari pada lapisan granitis. Lapisan ini tersusun dari Silisium dan Magnesium.
Berdasarkan proses terjadinya, batuan penyususn kerak bumi dikelompokkan menjadi tiga macam.

1. Batuan Beku
Batuan beku merupakan batuan dari struktur bumi yang disebabkan oleh pembekuan oleh cairan magma didalam perjalannya menuju bumi. Didalam proses pembekuannya batuan beku dibagi atas 3 jenis batuan beku berdasarkan proses cepat atau lambatnya magma tersebut membeku saat mencapai permukaan bumi.

a. Batuan Beku Dalam, merupakan batuan beku yang membeku didalam kulit bumi dan berbentuk kristal yang besar seperti batu granit.

b. Batuan Beku Luar / Batu Leleran, merupakan batuan beku yang membeku diluar kulit bumi dan berbentuk kristal yang kecil-kecil. Diantara batuan beku luar antara lain batu apung.

c. Batuan Korok, merupakan batuan beku yang membeku di dalam gang-gang atau korok yang tempatnya dengan permukaan. Dengan peroses pembekuan lebih cepat dari batuan beku akan membentuk batuan seperti batu fosfir.

2. Batuan Sedimen / Endapan
Sesuai dengan namanya batuan sedimen atau batu endapan merupakan salah satu materi pembentuk struktur lapisan bumi selanjutnya. Dimana, batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk dari berbagai jenis dan bacam batu yang lapuk atau hancur.

Dengan butiran pelapukan batu tersebut menumpuk dan berlapis-lapis secara bertahun-tahun disertai adanya tekanan. Membuat pemadatan batuan menjadi batuan sedimentasi yang umumnya terdiri dari alpisan batuan kecil, pasir, dan berbagia jenis batuan lainnya.

3. Batuan Metamorf / Malihan
Batuan metamorf merupakan perubahan lanjutan oleh batuan sedimen maupun batuan beku pada struktur bumi. Dengan adanya perubahan suhu, tekanan, dan ekosistem yang ada disekitar batuan tersebut. Membuatn batuan tersebut berubah sesuai dengan keadaannya lingkungan dari batuan tersebut.

Diantara batuan metamorf atara lain :
• Batuan metamorf termal, merupakan batuan malihan yang berada disekitar gunung berapi yang dimana batuan tersebut bersentuah dengan makma. Sehingga, menjadi batuan seperti marmer.
• Batuan metamorf kataklastik, merupakan batuan metamorf yang terbentuk akibat mendapat tekanan yang besar sehinggat menjadi batu seperti batu filit.
• Batuan metamorf dinamo-termal, merupakan batuan metamorf yang berubah akibat tekanan yang tinggi dan suhu tinggi. Sehingga, berubah menjadi batuan genes, amfibolit.




RANGKUMAN LAPISAN BUMI

A. Atmosfer
1. Lapisan Atmosfer
Di planet bumi yang kita huni saat ini terdiri dari berbagai macam lapisan yang menyelimutinya, salah satunya adalah lapisan atmosfer. Untuk sebagian kalian mungkin telah mengetahui apa itu yang disebut sebagai atmosfer. Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi atau menyelimuti bumi hingga pada ketinggian 560 km.

Udara ini sendiri adalah salah satu komponen yang terpenting untuk kelangsungan seluruh makhluk hidup yang ada di dalam bumi.Pada zaman dahulu, penelitian mendalam mengenai atmosfer sudah dimulai yang bertujuan guna memecahkan suatu kasus permasalahan cuaca.

Tak hanya itu saja, penelitian tersebut juga berguna dalam meneliti bintang yang terlihat berkelap-kelip, fenomena proses pembiasan oleh cahaya matahari pada saat terbit di pagi hari serta ketika tenggelam di sore hari.

Penelitian yang dilaksanakan pada waktu itu telah memakai suatu alat tertentu yang sangat sensitif kepada semua fenomena-fenomena yang berlangsung serta dipasang di wahana luar angkasa.Atmosfer bumi sendiri mempunyai kandungan utama yang terdiri atas berbagai campuran gas. Campuran gas tersebut diantaranya ialah nitrogen (78,17 %), oksigen (20,97%), argon (0,9%), serta sejumlah kecil gas yang lainnya.

Berdasarkan dari temperaturnya, lapisan atmosfer terdiri dari lima bagian. Antara lain yakni: troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Berikut penjelasan lebih rinci untuk masing-masing lapisannya:

a.  Troposfer
Troposfer merupakan suatu lapisan udara yang menempel di permukaan bumi. Lapisan ini adalah seuah lapisan terendah dari seluruh lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi. Pada bagian atas khatulistiwa, lapisan ini mencapai hingga ketinggian 19 km. Sementara di atas kutub, lapisan ini mencapai ketinggian hingga 8 km.

Di dalam lapisan troposfer adalah tempat dari semua jenis cuaca, semua perubahan suhu, hembusan angin, tekan dan juga kelembapan yang dapat kita rasakan secara langsung di muka bumi.
Ciri-ciri dari lapisan troposfer adalah sebagai berikut:
• Pada umumnya, lapisan ini merupakan lapisan yang paling tipis dengan memiliki ketebalan sekitar 12 km dari permukaan tanah.
• Ketinggian dari troposfer berbeda-beda di setiap tempat. Pada daerah kutub, ketinggian lapisan ini sekitar 8 km serta di daerah khatulistiwa atau daerah ekuator dapat mencapai hingga ketinggian 16 km.
• Lapisan troposfer merupakan lapisan yang berkaitan langsung dengan permukaan bumi serta dipakai sebagai tempat tinggal untuk berbagai jenis makhluk hidup.
• Tempat berlangsungnya peristiwa cuaca serta iklim, seperti hujan, angin, petir, dan juga awan.
• Di dalam lapisan roposfer terdapat lapisan tropopause yang merupakan lapisan antara troposfer serta stratosfer.
• Setiap kenaikan 100 meter, suhunya akan turun menjadi 0,5°-0,6° C.
• Puncak troposfer mempunyai temperatur hingga mencapai minus 600 C.
• Di dalam lapisan troposfer berlangsung gejala cuaca seperti berlangsungnya hujan, angin, halilintar, munculnya pelangi, serta halo. Oleh sebab itu, lapisan ini sangat penting untuk kehidupan di bumi.
b. Stratosfer
Di dalam lapisan ini berlangsung angin berhembus sangat kencang serta mempunyai pola aliran tertentu. Pada lapisan stratosfer inilah merupakan tempat terbangnya pesawat. Di dalam stratosfer ada bagian lapisan yang sangat penting yang tak lain merupakan lapisan ozon.
Ozon adalah semacam gas yang mengandung banyak unsur kimia serta memiliki sifat yang racun bagi makhluk hidup.Pada umunya, di dalam lapisan stratosfer inilah sinar dari ultra violet disaring sekaligus diserap sebab telah mengandung lapisan ozon dengan kadar sekitar 90%.Sehingga sinar dari ultra violet yang masuk ke dalam permukaan bumi tidak berlebihan di mana apabila itu terjadi bisa menyebabkan banyak kerugian.
Ciri-ciri dari lapisan stratosfer adalah sebagai berikut:
• Lapisan stratosfer adalah lapisan yang berada di ketinggian sekitar 12-60 km.
• Suhu dalam lapisan ini akan meningkat dengan bertambahnya ketinggian, yaitu dari -60°C (pada tropopause) sampai 10°C pada puncaknya.
• Dalam lapisan ini terdapat lapisan ozon (ozone layer) yang memiliki tugas untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet matahari dengan cara menyerap sinar yang berlebih.
Serapan dari radiasi matahari oleh ozon inilah yang dapat mengakibatkan suhu udara naik pada setiap bertambahnya ketinggian .
• Dalam lapisan ini idak mengandung uang air, awan, ataupun debu. Sehingga udara di dalam lapisan ini kering.
• Terdapat lapisan stratopause yang merupakan lapisan antara stratosfer dengan mesosfer.

c. Mesosfer

Ketinggian dari lapisan mesosfer antara 50-85 km dengan karakteristik di mana makin ke atas, maka temperatur udara akan makin rendah.Tiap kenaikan 1000 m, temperatur udara turun menjadi 2,50-30 C. Dalam lapisan mesosfer di bagian atas, temperaturnya mencapai hingga -900 C. Puncak mesosfer telah dibatasi oleh lapisan mesopause.

Di dalam lapisan yang satu ini adalah lapisan di mana terdapat bagian yang bisa mengikis benda-benda langit yang masuk ke dalam permukaan bumi. Benda langit tersebut dapat berupa komet, meteor, debu angkasa, atau benda-benda asing angkasa yang lainnya.

Proses dari pengikisan berbagai benda itu adalah dengan cara terkikis sedikit demi sedikit dan kemudian akan terbakar sebab telah bergesekan dengan udara yang terkandung di dalam lapisan ini.
Ciri-ciri dari lapisan mesosfer adalah sebagai berikut:
• Ketinggiannya berada di sekitar 60-80 km.
• Suhu pada lapisan mesosfer sekitar -50°C hingga -70°C.
• Lapisan mesosfer adalah lapisan yang melindungi bumi dari berbagai ancaman benda luar angkasa seperti meteor dan benda-benda langit lainnya yang akan jatuh ke bumi.
Meteor yang akan jatuh ke bumi nantinya akan terbakar serta akan hancur apabila lapisan mencapai lapisan ini serta akan berubah menjadi pecahan-pecahan kecil yang disebut sebagai meteorit.
• Terdapat lapisan mesopause yang merupakan lapisan antara mesosfer dengan termosfer.

d. Termosfer
Lapisan termosfer ini berada di ketinggian 85-500 km. Lapisan atmosfer yang satu ini juga sering disebut sebagai lapisan panas (hot layer). Sebab di lapisan inilah sering terjadi transisi kenaikan temperatur yang sangat tinggi. Temperatur dalam lapisan ini mencapai 90-5000 C. Tinggi dari temperatur tersebut dikarenakan molekul oksigen mengabsorpsi (menyerap) radiasi dari energi surya. 
Radiasi inilah yang mengakibatkan suatu reaksi kimia yang kemudian membentuk lapisan bermuatan listrik. Sebelum dikenal yang namanya satelit, lapisan ini berfungsi untuk membantu memancarkan gelombang radio. Sebab, di dalam lapisan atmosfer inilah bisa memantulkan gelombang radio.

Ciri-ciri dari lapisan termosfer adalah sebagai berikut:
• Lapisan termosfer ini berada di ketinggian 85-500 km.
• Lapisan ini juga sering disebut seabgai lapisan panas (hot layer).
• Suhu udara yang ada di bagian paling atas dari lapisan ini bisa mencapai >1000°C.
• Di dalam lapisan ini juga terdapat lapisan ionosfer.
• Lapisan ionosfer memiliki fungsi sebagai penyebaran gelombang radio.

e. Eksosfer

Lapisan eksosfer ini adalah suatu lapisan dari atmosfer yang berada di bagian paling luar. Lapisan eksosfer terletak di ketinggian 500 km ke atas.Di dalam lapisan ini, berbagai molekul udara bergerak dengan cepat serta pengaruh gaya grafitasi bumi telah jauh berkurang. Sehingga, dalam lapisan ini berbagai gesekan benda di udara sudah jarang terjadi. Pengaruh angkasa luar juga sudah terasa di lapisan ini.

Ciri-ciri dari lapisan eksosfer adalah sebagai berikut:
• Lapisan eksosfer terletak di ketinggian 500 km ke atas.
• Lapisan atmosfer berada di bagian paling luar, sehingga pengaruh gaya gravitasi sangatlah kecil.
• Kandungan gas atmosfer juga sangat rendah pada lapisan eksosfer ini.

2. Pengertian Tekanan Udara
Udara adalah campuran berbagai gas yang mempunyai sifat meluas dan juga dapat ditekan. Oleh karena itu tekanan udara yang terbesar adalah pada permukaan tanah. Tekanan udara akan berkurang dengan bertambahnya ketinggian tempat (elevasi atau ketinggian). Hal ini dapat terjadi karena kerapatan udara makin kecil dan kolom udaranya makin pendek. 
Tekanan udara adalah tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Diukur dengan menggunakan barometer. Satuan tekanan udara adalah milibar (mb). Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan udaranya disebut sebagai isobar. Tekanan udara dapat diukur dengan menggunakan barometer. Toricelli pada tahun 1643 menciptakan barometer air raksa.

3. Lapisan Ozon (ozonosfer)

Lapisan ozon berada di ketinggian 15-35 km. Ozon terdapat di semua bagian atmosfer bagian bawah, namun kebanyakan dari gas ini terkonsentrasi di lapisan stratosfer. Khususnya ada pada ketinggian 15-35 km. Ozon sendiri kondisinya tidak stabil sebab telah terurai di bawah pengaruh radiasi atau bertumbukan dengan atom oksigen (O).

Secara alamiah, di ketinggian 15-35 km berlangsung pembentukan serta penguaraian ozon dari oksigen diatomik serta monotomik dengan bantuan (penyerapan) dari radiasi ultraviolet. Lapisan ozon merupakan penyerap utama dari radiasi sinar ultraviolet. Maka dari itu, pada saat sinar ultraviolet sampai hingga ke permukaan bumi tidak lagi berbahaya untuk kehidupan makhluk hidup. Apabila radiasi ultraviolet sampai ke permukaan bumi, maka hal tersebut dapat memicu terjadinya luka bakar, kanker kulit, serta kebutaan untuk manusia. Dan juga dapat menyebabkan gangguan generatif serta produktivitas tumbuhan dan juga hewan.

Lapisan ozon akan mengalami kerusakan sebab gas CFC (Chloro Fluoro Carbon) yakni gas untuk bahan pendingin AC, kulkas, serta hairspray. Kerusakan yang terjadi di lapisan ozon akan menimbulkan terbentuknya daerah minim (tanpa) O3 sehingga lapisan ini seolah-olah akan berlubang serta akan dinamakan oleh lubang ozon. Dan akibatnya, suhu udara di bumi akan terus bertambah panas serta akan mengakibatkan gangguan iklim.