Tuesday, July 21, 2020

GERAK DASAR LOKOMOTOR PERMAINAN BOLA BESAR

Gerak lokomotor merupakan bentuk gerakan dengan berpindah tempat. Macam-macam gerak lokomotor, antara lain: Berjalan, berlari, melompat, dan meloncat. 
Pada permainan bola besar terdapat beberapa gerak dasar lokomotor. Permainan bola besar adalah permainan yang menggunakan bola berukuran besar. Permainan bola besar antara lain permainan sepak bola, bola voli, dan bola basket. Tahukah kamu macam-macam gerak dasar lokomotor dalam permainan bola besar? Berikut ini macam-macam gerak dasar lokomotor dalam permainan bola besar. 

1. Gerak Dasar Lokomotor dalam Sepak Bola 
Gerak lokomotor yang dominan dalam permainan sepak bola antara lain berjalan, berlari, dan meloncat. 

a. Berjalan 
Seseorang yang berjalan dalam permain an sepak bola biasanya sedang mengatur tubuhnya agar tidak mengalami kelela han. 

b. Berlari 
Berlari merupakan bentuk gerak lokomotor yang sering terjadi dalam permainan sepak bola. Aktivitas berlari bi asanya dilakukan untuk mengejar bola, mengejar lawan yang menguasai bola, dan untuk menggiring bola.

c. Meloncat 
Meloncat merupakan gerakan mendorong tubuh ke atas atau ke depan dengan tolakan dua kaki. Pada permainan sepak bola, meloncat digunakan untuk menyundui bola dan upaya menangkap bola bagi penjaga gawang.

d. Menggiring bola 
Menggiring bola merupakan salah satu teknik dasar yang sangat penting. Pada saat menggiring bola usahakan bola tidakjauh dari kaki. Kamu harus selalu dapat menguasai bola.

2. Gerak Dasar Lokomotor dalam Bola Voli 
Berikut ini macam-macam gerak dasar lokomotor dalam permainan bola voli.

a. Berjalan 
Berjalan sering dilakukan dalam permainan bola voli. Setelah melakukan pukulan servis pemain bola voli harus berjalan menuju ke posisinya. Selain itu, berjalan biasanya juga dilakukan ketika akan menerima bola. 

b. Berlari 
Berlari dalam permainan bola voli biasanya dilatı, untuk mengejar bola yang berada jauh. 

c. Meloncat 
Meloncat pada bola voli digunakan untuk melakukor kulan smes dan membendung serangan lawan. 

3. Gerak Dasar Lokomotor dalam Bola Basket 
Berikut ini macam-macam gerak dasar lokomotor dalam permainan bola basket.

a. Berjalan 
Berjalan dalam bola basket dilakukan untuk mengatur tempo permainan dan mengatur tubuh agar tidak men galami kelelahan. 

b. Berlari 
Aktivitas berlari dalam bola basket biasanya dilakukan untuk mengejar bola, mengejar lawan yang menguasai bola, dan untuk menggiring bola.

Monday, July 20, 2020

GERAK BENDA DAN MAKHLUK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKITAR

1. Gerak Lurus

Setiap hari kamu berangkat dari rumah ke sekolah kemudian kembali lagi ke rumah. Misalnya jika diukur jarak rumah ke sekolah 2 km, maka jarak tempuh yang kamu lakukan setiap hari adalah 4 km. Namun perpindahan yang kamu lakukan bernilai nol km. Mengapa demikian? Ada perbedaan makna antara jarak dan perpindahan. Jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh dengan memperhitungkan posisi awal dan akhir benda, atau dengan kata lain perpindahan merupakan jarak lurus resultan dari posisi awal sampai posisi akhir. Sekarang pikirkan perjalanan saat kamu pergi dari rumah ke sekolah. Apakah kendaraan yang kamu tumpangi melaju dengan kecepatan tetap?


Bagaimana kamu dapat mengukur besar kecepatan kendaraan yang kamu tumpangi? Perhatikan gambar di atas! Pada gambar tersebut seorang atlet yang bergerak lurus beraturan mampu menempuh jarak 30 meter dalam waktu 6 sekon. Dengan kata lain, atlet mampun menempuh jarak 5 meter setiap sekonnya. Kemampuan atlet dalam menempuh jarak (s) tertentu setiap sekonnya (t) disebut sebagai kelajuan atau secara matematis dapat ditulis:


Tahukah kamu bagaimana cara mengukur kelajuan kendaraan bermotor? Apakah benar dengan menggunakan spedomoter? Ternyata, spedometer yang ada di kendaraan tidak mengukur keceptan gerak, tetapi mengukur kelajuan. Perhatikan gambar di bawah ini!


Angkat yang ditunjukkan pada speedometer selalu berubah-ubah. Hal ini menunjukkan kelajuan sesaat mobil yang sedang bergerak. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapatkah kamu definisikan apa yang dimaksud dengan kelajuan sesaat.Berdasarkan gambar diatas, dapatkah kam menentukan kelajuan sesaat mobil pada saat 2 sekon, 4 sekon, dan 8 sekon? Pada mobil tertentu, biasanya dilengkapi oleh alat yang disebut dengan GPS untuk menginformasikan posisi, kecepatan, arah, dan waktu secara akurat. Perhatikan gambar dibawah ini. Pada gambar tersebut terlihat bahwa GPS mobil melaju dengan kelajuan yang tetap, yaitu 20 m/s atau 72 km/jam. Tahukah kamu apa artinya? Jika kelajuan mengukur jarak tempuh, maka kecepatan mengukur perpindahan (Δs, dengan Δ adalah perubahan/selisih) gerak benda tiap satuan waktu (t).

Meskipun kelajuan dan kecepatan memiliki definisi konsep yang berbeda, namun gerak Lurus Beraturan (GLB) besar kecepatan dan kelajuan memiliki nilai, simbol (v), serta satuan yang sama (m/s). Saat melakukan perjalanan dari rumah ke sekolah, kendaraan yang kamu tumpangi akan bergerak dengan kecepatan yang berubah-ubah tiap waktu. Perhatikan gambar berikut.


Gambar di atas menunjukkan mobil yang sedang bergerak menjauhi lampu lalu lintas akan dipercepat, sedangkan saat mendekati lampu lalu lintas akan diperlambat. Percepatan atau perlambatan mobil tersebut dengan mudah dapat diamati dari adanya perubahan besar kelajuan mobil yang ditunjukkan oleh jarum speedometer atau angka yang muncul pada GPS. Secara matematis, percepatan dapat dirumuskan sebagai berikut.


2. Gaya

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang terjadi terhadap suatu benda. Gaya bisa menyebabkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada benda. Gaya termasuk ke dalam besaran Vektor, karena mempunyai nilai dan arah. Sebuah Gaya disimbolkan dengan huruf F (Force) dan Satuan Gaya dalam SI (Satuan Internasional) yaitu Newton, disingkat dengan N. Pengukuran gaya bisa dilakukan dengan alat yang disebut dengan dinamometer atau neraca pegas. Untuk melakukan sebuah gaya diperlukan usaha (Tenaga), semakin besar gaya yang hendak dilakukan, maka semakin besar pula Usaha (tenaga) yang harus dikeluarkan. Gaya didefinisikan sebagai suatu tarikan atau suatu dorongan yangdikerahkann sebuah benda terhadap benda lain. Pengaruh gaya pada benda antara lain sebagai berikut:
  • Menyebabkan perubahan kecepatan gerak benda.
  • Menyebabkan benda diam menjadi bergerak dan sebaliknya.
  • Mengubah arah gerak benda.
  • Mengubah bentuk suatu benda.

Jenis Gaya
Secara Umum dikenal 7 Jenis Gaya utama, yakni  :

a. Gaya Otot
Sesuai dengan namanya Gaya otot adalah jenis gaya yang dilakukan oleh makhluk hidup yang mempunyai otot. Gaya timbul dari koordinasi dari struktur otot dengan rangka tubuh. Gaya Otot Termasuk ke dalam kelompok Gaya Sentuh.

Contohnya yaitu seseorang yang mengangkat batu. Untuk mengangkat batu tersebut, otot di dalam tubuhnya berkoordinasi sehingga mampu menggerakan tangan untuk mengangkat batu.

b. Gaya Pegas
Gaya Pegas ialah jenis gaya yang dihasilkan oleh sebuah pegas. Gaya pegas disebut juga gaya lenting pulih yang terjadi karena adanya sifat keelastisan suatu benda. Gaya Pegas termasuk ke dalam kelompok Gaya Sentuh. Gaya Pegas muncul karena pegas bisa memapat dan merenggang sehingga bentuknya bisa kembali seperti semula setelah terjadi gaya tersebut.

Contohnya yaitu ketika seseorang pemanah menarik anak panah kebelakang, maka busur pada panah tersebut akan mengikuti arah busur yang ditarik, kemudian sesudah anak panah dilepaskan, maka pegas pada busur panah akan kembali ke bentuk semulanya.

c. Gaya Gesek
Gaya Gesek yaitu jenis gaya yang muncul karena terjadinya persentuhan langsung antara dua permukaan benda. Gaya Gesek adalah gaya yang arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda atau arah gaya luar. Gaya gesek termasuk ke dalam kelompok gaya sentuh. Besar kecilnya gaya gesekan ditentukan oleh halus atau kasarnya permukaan benda. Semakin halus permukaan, maka semakin kecil gaya gesekan yang muncul sehingga gaya yang dibutuhkan untuk membuat benda tersebut bergerak semakin kecil juga.

Contohnya jika batu yang sama dengan jumlah gaya luar yang sama di gerakan pada 2 permukaan , satu di lantai keramik (Halus), satu lagi di lantai semen (kasar), maka pergerakan batu di lantai keramik akan lebih cepat dan mudah dibandingkan pergerakan batu pada lantai semen.

Macam-Macam Gaya
Berdasarkan Sentuhannya dengan benda, gaya dibagi menjadi 2, yaitu :

a. Gaya Sentuh
Gaya Sentuh adalah gaya yang bekerja dengan sentuhan. Artinya Suatu gaya akan menghasilkan efek jika terjadi sentuhan dengan benda yang akan diberikan gaya tersebut, jika tidak terjadi sentuhan, maka gaya tidak akan bekerja pada benda. Gaya ini akan muncul ketika benda bersentuhan dengan benda lain yang menjadi sumber gaya.

Contohnya, ketika seseorang hendak memindahkan meja, maka ia harus menyentuh menja tersebut kemudian mendorongnya ke tempat tujuan, pada kasus ini terjadi sentuhan antara manusia sebagai sumber gaya, dan meja sebagai target yang hendak diberikan gaya. jika tidak terjadi sentuhan antara keduanya maka meja tidak akan berpindah sesuai keinginan.

b. Gaya Tak Sentuh
Gaya Tak Sentuh ialah suatu gaya yang akan bekerja tanpa terjadinya sentuhan. Artinya Efek dari gaya yang dikeluarkan oleh sumber gaya tetap bisa dirasakan oleh benda meskipun mereka tidak bersentuhan. Contohnya yaitu Gaya Magnet dan Gaya Gravitasi, pada gaya magnet, ketika kita meletakkan besi di dekat magnet (tanpa bersentuhan), maka besi tersebut akan tertarik ke arah magnet karena merasakan sebuah efek dari gaya yang dikeluarkan oleh magnet tersebut.


3. Hukum  Newton

A. Hukum I Newton
Hukum pertama Newton tentang gerak menyatakan bahwa“sebuah benda yang bergerak dengan kecepatan tetap akan terus bergerak dengan kecepatan tersebut kecuali ada gaya resultan bekerja pada benda itu. Jika sebuah benda dalam keadaan diam, benda tersebut tetap diam kecuali ada gaya resultan yang bekerja pada benda itu.”Hukum I Newton juga menggambarkan sifat benda yangselalu mempertahankan keadaan diam atau keadaanbergeraknya yang dinamakan inersia atau kelembaman. Oleh karena itu, Hukum I Newton dikenal juga dengan sebutan Hukum Kelembaman.

Contoh: Kita terdorong ke depan ketika bus tiba- tiba direm atau terdorong ke belakang ketika bus bergerak maju secara mendadak.

∑F = 0

B. Hukum II Newton 
Bunyi: “Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya”.

Berdasarkan Hukum Newton II, kamu dapat memahami bahwa suatu benda akan bertambah kelajuannya jika diberikan gaya total yang arahnya sama dengan arah gerak benda. Akan tetapi, jika arah gaya total yang diberikan pada benda tersebut berlawanan dengan arah gerak benda maka gaya tersebut akan memperkecil laju benda atau bahkan menghentikannya. Karena perubahan kelajuan atau kecepatan merupakan percepatan. Maka dapat disimpulkan bahwa gaya total yang diberikan pada benda dapat menyebabkan percepatan. Contoh penerapan hukum Newton II dapat kamu amati apabila kamu menendang sebuah bola (artinya kamu memberikan gaya kepada bola), maka bola tersebut akan bergerak dengan percepatan tertentu.
Hukum Newton II dinotasikan dengan rumus:


C. Hukum III Newton
Bunyi: “Ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua tersebut memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda pertama.”

Contoh penerapannya adalah saat kamu memukul meja (artinya memberikan gaya kepada meja), maka meja tersebut akan memberikan gaya kembali kepada tangan kamu dengan besar yang sama dan berlawanan arah dengan arah gaya yang kamu berikan. Oleh karena itu, semakin besar kamu memukul meja, maka tangan kamu akan semakin sakit karena meja melakukan gaya yang juga semakin besar ke tangan kamu. Perhatikan gambar dibawah.


Hukum Newton III dinotasikan dengan rumus:



Dimana:

= gaya yang diberikan pada benda 2 (N)
 = gaya yang diterima kembali pada benda 1 (N)


GERAKAN BERJALAN DAN BERLARI

Tuhan menciptakan tubuh kita terdiri atas berbagai bagian tubuh. Bagian tubuh mempunyai fungsi masing-masing. Salah satu bagian tubuh yang dapat kita gerakkan adalah kaki. Gerakan kaki banyak macamnya, di antaranya adalah berjalan dan berlari. Dalam pelajaran kali ini kalian akan mempelajari bermacam permainan dan latihan yang melakukan gerakan berjalan dan berlari.

1. Gerakan Berjalan

Berjalan adalah menggerakkan kaki maju ke depan dalam posisi yang benar secara bergantian. Berjalan salah satu gerakan yang biasa dilakukan banyak orang. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari berjalan. Tidak hanya sampai ke tempat tujuan tapi berjalan dapat membuat kita sehat. Gerakan berjalan itu berbeda-beda bergantung pada tujuan yang kita inginkan. Di bawah ini akan dipelajari bermacam-macam gerakan berjalan sebagai berikut.

a. Berjalan di tempat

Berjalan adalah kegiatan yang biasa kita lakukan untuk mencapai tujuan tertentu/tempat. Gerakan jalan di tempat berbeda dengan jalan berpindah tempat. Gerakan berjalan di tempat bertujuan untuk melatih gerakan kaki. Jalan di tempat biasa digunakan dalam latihan baris berbaris. Apabila dilakukan dalam suatu regu, kekompakan dalam tim sangat diperlukan supaya semua gerakan serasi untuk melatih kebersamaan. Latihan ini dapat kalian praktikkan, sesuai petunjuk berikut.

  • berdiri tegak;
  • pandangan lurus ke depan;
  • tangan dikepalkan di samping badan;
  • angkat kaki kanan dan kaki kiri bergantian.

b. Berjalan dengan langkah tegap

Berjalan dengan langkah tegap biasanya dilakukan oleh TNI dalam latihan. Jalan tegap juga dipakai dalam latihan baris berbaris. Tujuan latihan ini adalah melatih kedisiplinan. Jarak langkah diperlukan dalam latihan ini. Dalam latihan beregu kebersamaan langkah juga sangat diperlukan. Oleh karena itu, kekompakkan sangat diutamakan.
Cara melakukan gerak ini adalah:

  • badan berdiri tegap dengan dada membusung;
  • pandangan lurus ke depan;
  • pada sikap awal kedua tangan dikepalkan di samping badan;
  • pada hitungan ke 3 langkahkan kaki dimulai dengan kaki kiri diikuti kaki kanan;
  • ayunkan lengan 45 derajat berlawan arah dengan langkah kaki.

c. Berjalan dengan saling perpegangan tangan

Pernahkah kalian melihat dua orang yang akan menyeberang jalan? Penyeberang jalan itu pasti berpegangan tangan. Walaupun mereka tidak saling kenal, terkadang tanpa sadar para penyeberang saling berpegangan tangan. Jika menyeberang jalan tidak berpegangan tangan, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga kekompakan sangatlah diperlukan. Hal ini bisa diatasi dengan latihan berjalan bergandengan tangan. Dalam pelajaran ini akan dipelajari berjalan bergandengan/ berpegangan tangan yang bertujuan tidak hanya untuk kesehatan tapi untuk kekompakan dan juga toleransi. Bergandengan tangan tentunya dilakukan lebih dari satu orang. Oleh karena itu, untuk melakukan latihan harus dilakukan dengan beregu

Sunday, April 12, 2020

SOAL LAPISAN BUMI KELAS 7 IPA GANJIL

1. Lapisan udara yang menyelubungi bumi disebut ….
a. atmosfer
b. hidrosfer
c. mesosfer
d. Eksosfer

2. Susunan lapisan-lapisan atmosfer yang benar adalah ….
a. Mesosfer, Termosfer, Eksosfer, Stratosfer, Troposfer
b. Termosfer, Mesosfer, Stratosfer, Eksosfer, Troposfer
c. Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, Eksosfer
d. Stratosfer, Troposfer, Mesosfer, Termosfer, Eksosfer

3. Lapisan atmosfer yang memiliki fenomena seperti awan, hujan, angin, kilat, halilintar, pelangi, dan halo adalah ….
a. mesosfer
b. termosfer
c. eksosfer
d. Troposfer

4. Perubahan suhu yang terjadi pada lapisan troposfer adalah ….
a. tiap naik 100 m suhu udara turun 0,6° C
b. tiap naik 100 m suhu udara turun 0,9° C
c. tiap naik 200 m suhu udara naik 0,6° C
d. tiap naik 200 m suhu udara naik 0,9° C

5. Keistimewaan yang dimiliki oleh lapisan stratosfer adalah ….
a. terdapat kandungan gas ozon (03 )
b. memiliki fenomena geja la cuaca
c. terdapat lapisan hot layer
d. dapat menyerap sinar matahari

6. Stasiun radio memanfaatkan lapisan untuk memantulkan gelombang radio agar dapat ter-tangkap oleh pemirsa radio ….
a. lonosfer
b. Eksosfer
c. Ozonosfer
d. Troposfer

7. Penularan panas secara vertikal disebut ….
a. konveksi
b. adveksi
c. turbulensi
d. Konversi

8. Penularan panas yang tidak teratur dikenal dengan istilah ….
a. konveksi
b. adveksi
c. turbulensi
d. Konversi

9. Alat pengukur tekanan udara disebut ….
a. anemometer
b. ambrometer
c. barometer
d. Parameter

10. Udara yang bergerak karena adanya tekanan udara disebut ….
a. tekanan udara
b. massa udara
c. angin
d. kelembapan udara


Full Soal 1-70 Silahkan Klik Download


RANGKUMAN LAPISAN BUMI

4. PENGERTIAN HIDROSFER

Hidrosfer dari kata hydrosphere dalam Bahasa Inggris. Kata hydro berasal dari Yunani Kuno yang artinya air. Hidrologi adalah ilmu atau studi tentang air dan cara air digunakan dan diedarkan di seluruh planet bumi. Bisa dikatakan, hidrosfer adalah komponen air bumi. Dikutip dari National Geographic Society, hidrosfer adalah jumlah total air di sebuah planet. Hidrosfer mencakup air di permukaan planet, di bawah tanah dan di udara. Hidrosfer sebuah planet dapat berupa bentuk cair, uap dan es. Hidrosfer adalah jumlah semua air di bumi dan siklus air yang mendistribusikannya ke seluruh planet.

Menurut penelitian, sekitar 71 persen permukaan bumi tertutup air. Adanya hidrosfer memberi bumi tampilan yang berbeda seperti marmer biru yang membedakan bumi dari planet lain di tata surya. Bumi unik di tata surya karena jumlah air di permukaannya melimpah. Jarak orbit bumi dari matahari dan adanya atmosfer unik memberi bumi suhu yang tepat di tata surya membuat air di bumi sebagian besar berupa cairan. Berbeda dengan Venus yang terlalu panas atau Mars yang terlalu dingin. Bumi memiliki posisi dan suhu yang tepat. Astronom Carl Sagan menggambarkan bumi sebagai titik biru pucat (pale blue dot) saat dilihat dari ruang jauh. Sebutan ini menandakan bahwa planet bumi sebagai pos terdepan kehidupan. Adanya hidrosfer membuat kehidupan berkembang di bumi.

Siklus hidrologi
Siklus hidrologi merupakan suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang berurutan secara terus menerus. Air yang ada di Bumi kita ini jumlahnya relatif tetap dan selalu mengalami sirkulasi, dan sirkulasi inilah yang disebut sebagai siklus hidrologi. Perubahan yang dialami oleh air di Bumi hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan juga persebarannya.

Dalam siklus hidrologi, air akan selalu mengalami perputaran dan juga perubahan wujud atau bentuk selama siklus hidrologi tersebut berlangsung. Air akan mengalami gerakan dan juga perubahan wujud secara berkelanjutan. Perubahan- perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan juga padat. Ada hal yang sangat penting yang berpengaruh terhadap keberlangsungannya siklus hidrologi ini, yakni sinar matahari (baca: bagian- bagian matahari)

Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dankembalike atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.

Pada perjalanannya, beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara terus menerus dalam tiga cara yang berbeda: Asyraf dan haidar

• Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, daratan, sungai, tanaman, dan sebagainya menguap ke angkasa (atmosfer) dan menjadi awan. Pada keadaan jenuh, uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (presipitasi) dalam bentuk hujan, salju, hujan es.

• Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.

• Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan di sekitar daerah aliran sungai menuju laut.

Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut.
Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Air:
• Siklus Pendek / Siklus Kecil
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
3. Turun hujan di permukaan laut

• Siklus Sedang
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi evaporasi
3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan di permukaan daratan
6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali

• Siklus Panjang / Siklus Besar
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Uap air mengalami sublimasi
3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
5. Pembentukan awan
6. Turun salju
7. Pembentukan gletser
8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut






RANGKUMAN LAPISAN BUMI

3. GEMPA BUMI DAN GUNUNG API
a. Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari bawah permukaan secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi. Selain itu gempa bumi juga bisa disebabkan oleh letusan gunung api.

Gempa bumi juga bisa diartikan sebagai suatu peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Frekuensi gempa bumi di suatu wilayah mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo. Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitudo atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besarnya 7 kali lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa.

Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9 skala rickter, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo yaitu gempa di Jepang pada tahun 2011 , dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.

Jenis-Jenis Gempa Bumi
Jenis-jenis gempa bumi dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan penyebab dan kedalamannya. Berikut ini merupakan penjelasannya :
a. Berdasarkan Penyebabnya
Menurut penyebab terjadinya, gempa bumi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Gempa Vulkanik
Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung berapi. Contoh : gempa G. Bromo, gempa G. Una-Una, gempa G. Krakatau.

2. Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi akibat lepasnya energi di zone penunjaman. Gempa bumi tektonik memiliki kekuatan yang cukup dahsyat. Contoh : gempa Aceh, Bengkulu, Pangandaran.

3. Gempa runtuhan atau terban
Gempa runtuhan atau terban adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor, gua-gua yang runtuh, dan sejenisnya. Tipe gempa seperti ini hanya berdampak kecil dan wilayahnya sempit.

b. Berdasarkan Kedalamannya
Berdasarkan kedalamannya, jenis-jenis gempa bumi juga dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Gempa bumi dalam
Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya (pusat gempa) berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.

2. Gempa bumi menengah
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.

3. Gempa bumi dangkal
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.

b. PENGERTIAN GUNUNG BERAPI

Gunung api adalah rekahan pada kerak bumi, tempat keluarnya lelehan batuan cair (yang disebut magma) dan gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Kata ‘volcano’ (gunungapi) berasal dari nama sebuah pulau Romawi kuno bernama ‘vulcano’ yang terletak di baratdaya pantai Itali. Bangsa Romawi percaya bahwa ‘Vulcan’, dewa api dan pembuat senjata, menggunakan gunung api di pulau tersebut.

Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Gunung berapi secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai fluida sistem saluran panas (batu dalam bentuk cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi ke permukaan bumi, termasuk hasil pengendapan akumulasi bahan dikeluarkan pada saat meletus.
Berdasarkan bentuk dan proses terjadinya, terdapat tiga macam gunung api, yaitu sebagai berikut.
a. Gunung api maar
Bentuknya seperti danau kecil (danau kawah). Terjadi hanya karena letusan. Bahannya terdiri atas eflata. Contohnya adalah Gunung Lamongan di Jawa Timur, Pegunungan Eifel di Jerman, dan dataran tinggi Prancis Tengah.

b. Gunung api kerucut (strato)
Bentuknya seperti kerucut, terjadi karena letusan dan lelehan (efusif) secara bergantian. Bahannya berlapis-lapis, sehingga disebut lava gunung api strato. Gunung api di Indonesia umumnya berjenis strato.

c. Gunung api perisai
Bentuknya seperti perisai, terjadi karena lelehan maupun cairan yang keluar membentuk lereng yang sangat landai. Lavanya bersifat cair sekali. Sudut kemiringan lereng gunung jenis ini berkisar antara 10 – 1000. Contohnya Gunung Mauna Loa dan Kilauea di Hawai. Kuat lemahnya letusan gunung api Magma bergantung pada tekanan gas, kedalaman dapur magma, luasnya sumber atau dapur magma, dan sifat magma (cair atau kental).

Berdasarkan aktivitasnya, gunung api dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
1) Gunung aktif, yaitu gunung api yang masih bekerja dan kawahnya selalu mengeluarkan asap. Pada gunung ini juga sering terjadi gempa dan letusan. Sebagai contoh, Gunung Stromboli di Italia.
2) Gunung mati, yaitu gunung api yang diketahui tidak meletus atau tidak menunjukkan aktivitas vulkanik sama sekali. Sebagai contoh, Gunung Patuha di Jawa Barat dan Gunung Sumbing di Jawa Tengah.
3) Gunung istirahat, adalah gunung api yang sewaktu-waktu meletus dan kemudian istirahat kembali. Sebagai contoh, Gunung Ciremai di Jawa Barat dan Gunung Kelud di Jawa Timur.

Gunung api memiliki bagian-bagian sebagai berikut.
1) Kaldera adalah kepundan yang amat besar, luas, dan bertebing curam. Kaldera terbentuk ketika gunung api meletus dengan hebat dan sebagian dari puncak gunung api itu gugur ke dalam pipa kawah. Contohnya adalah kaldera Gunung Krakatau dan kaldera Gunung Tengger.
2) Sill adalah magma yang masuk di antara dua lapisan bahan sedimen dan membeku (intrusi datar).
3) Lakolit adalah magma yang masuk di antara batuan sedimen dan menekan ke atas sehingga bagian di atasnya cembung dan bagian bawahnya datar.
4) Batolit adalah magma yang menembus lapisari-lapisan dan membeku di tengah jalan.

Status Gunung Berapi
AWAS
• Adalah tanda jika gunung api akan atau sedang meletus atau sedang berada pada fase kritis akan menimbulkan bencana
• Letusan kemungkinan akan terjadi kurang dari 24 jam
• Letusan ditandai dengan keluarnya abu dan asap

SIAGA
• Mengisyaratkan gunung berapi yang sedang menuju ke arah letusan atau menimbulkan bencana
• Peningkatan intensif kegiatan seismik
• Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
• Bila tren peningkatan berlanjut, letusan kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 2 minggu

WASPADA
• Ada aktivitas apa pun bentuknya
• Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
• Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
• Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal

NORMAL
• Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
• Level aktivitas dasar

TANDA DAN GEJALA GUNUNG BERAPI MELETUS
Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain:
a. Suhu di sekitar gunung naik.
b. Mata air menjadi kering
c. Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
d. Tumbuhan di sekitar gunung layu
e. Binatang di sekitar gunung bermigrasi

DAMPAK MELETUSNYA GUNUNG BERAPI
Dampak  Negative Akibat  Gunung  Merapi
1. Dampak dari abu gunung merapi yaitu berbagai jenis gas seperti Sulfur Dioksida (SO2), gas Hidrogen Sulfida (H2S), Nitrogen Dioksida (NO2), serta debu dalam bentuk partikel debu(Total Suspended Particulate atau Particulate Matter).
2. Kecelakaan lalu lintasakibat jalan berdebu licin, jatuh karena panik, serta makanan yang terkontaminasi, dan lain-lain.
3. Banyak dari penduduk, terutama sekitar Gunung Merapi yang kehilangan pekerjaan rutin kesehariannya.
4. Timbulnya penyakit pada korban seperti ISPA
5. 64 desa di Sleman dan puluhan desa di Magelang serta Klaten porak poranda. Bahkan, desa tersebut dinyatakan tertutup karena berada di zona yang tidak aman. Sebagian desa sudah tertutup debu vulkanik dengan ketebalan hingga satu meter.
6. Hujan debudari Merapi juga meluas dan membatasi jarak pandang. Lalu lintas, baik darat maupun udara, mulai terganggu. Bahkan, penerbangan dari dan ke Yogyakarta ditutup sementara waktu.
7. Dan terjadi pula kebakaran hutan karena terkena laharnya.
8. Banyak dalam sektor pertanianterganggu akibat bencana ini yang menyebabkan pendapatan bisnis para petani menurun drastis.
9. Di sektor perikananterjadi kerugian sekitar 1.272 ton.
10. Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan berkurang sehingga menyebabkan tingkat hunian hotel yang tadinya 70 persen turun menjadi 30 persen.
11. Sehingga dapat dikatakan Meletusnya Merapi ini mengakibatkan dampak yang sangat besar bagi Indonesia.

Dampak  Positive Akibat  Gunung  Merapi
Selain itu, gunung meletus juga menyebabkan dampak positif. Meskipun untuk letusan Merapi ini dampak tersebut belum terlihat secara signifikan tapi ada hal yang dapat dijadikan dampak positive dalam bencana ini yaitu :
1. Penambang pasir mendapat pekerjaan baru yaitu bekerja untuk mendapat pasir di pinggiran aliran lahar dingin.
2. Hasil muntahan vulkanik bagi lahan pertanian dapat menyuburkan tanah, namun dampak ini hanya dirasakan oleh  penduduk sekitar gunung.
3. Bahan material vulkanik berupa pasir dan batu dapat digunakan sebagai bahan  material yang berfungsi untuk bahan bangunan, dan lain-lain.